Pelayanan Publik Refleksi Keutamaan Institusi ?

Comment
X
Share

POSKOTA.TV – Pelayanan kepada publik penterjemahannya dapat dilihat pada sentra atau pusatnya, yang merupakan back office atau operation room. Fungsinya sebagai pusat K3i ( komunikasi, koordinasi, komando pengemdalian dan informaso). Pekerjaan pelayanan kepada publik di era revolusi industri dpt dibantu atau didukung adanya aplikasi elektronik yang saling terhubung untuk dapat memberikan pelayanan di bidang keamanan, keselamatan, hukum, administrasi, informasi, dan kemanusiaan secara prima.

Dalam menyelenggarakan tugas pada sentra pelayanan kpd publik dapat memgacu sistem asta siap
1. Siap piranti lunak atau standar2 acuan pedoman atau panduan managerial maupun operasionalnya
2. Siap posko ( sbg sentra atau sbg back office atau sbg operation room yg menjalankqn fungsi k3i)
3. Siap model2 pelayanan ( keamanan, keselamatan, administrasi, hukum, informasi, dan kemanusiaan)
4. Siap sistem jejaring
5. Siap mitra sebagai soft power dan smart power
6. Siap SDM
7. Siap sarana prasarana
8. Siap anggaran secara budgeter maupun non budgeter

Tugas pokok pada sentra pelayanan secara proaktif dan problem solving dengan model one gate service system, agar terwujud dan terpelihara keteraturan sosial mencakup :
1. Pemetaan
Para petugas pd sentra pelayanan memetakan apa yg menjadi
a. Tugas pokoknya
b. Memetakan permasalahan berbasis wilayah atau area
c. Membuat model sistem sistem pelayanan secara langsung atau melalui media
d. Membuat standar kompetensi petugas pelayanan publik
e. Memberdayakan IT sebagai pendukungnya

2. Monitoring
a. Monitoring laporan petugas petugas lapangan
b. Monitoring media
c. Monitoring cctv

3. Komunikasi melalui call centre atau media lainnya
a. Menerima laporan
b. Menerima aduan
c. Komunikasi secara vertikal, horisontal maupun diagonal

4. Koordinasi :
Untuk menjembatani atau menyalurkan kepada fungsi terkait

5. Komando dan pengendalian
a. Quick response
b. Penanganan TKP ( Tempat Kejadian Perkara )
c. Sistem laporan
d. Penanganan pada situasi emergency atau kontijensi

6. Informasi
Memberikan informasi kepada publik tentang situasi kondisi dan tentang sistem pelayanan kepada publik yang ada melalui media atau keterangan langsung

7. Pengumpulan data, analisa data dan produk

Sentra Pelayanan Publik merupakan Operation Room, Back office sebagai Pusat K3i. Merupakan One Stop Service berbasis Big Data System. Dengan mengacu Model Asta Siap dapat dilihat kualitas pelayanannya kepada publik. Tugas pokok pada sentra pelayanan secara proaktif dan problem solving .Pemetaan Masalah, Pemetaan Wilayah, Pemetaan Potensi. Para apetugas di Sentra Pelayanan, memetakan apa yang menjadi
a. Tugas pokoknya
b. Memetakan permasalahan berbasis wilayah atau area
c. Membuat model sistem sistem pelayanan secara langsung atau melalui media
d. Membuat standar kompetensi petugas pelayanan publik
e. Memberdayakan IT sebagai pendukungnya.

Selain itu juga melakukan monitoring :
a. Monitoring laporan petugas petugas lapangan
b. Monitoring media
c. Monitoring CCTV
d. Komunikasi melalui call centre atau media lainnya : Menerima laporan atau aduan. Komunikasi secara vertikal, horisontal maupun diagonal
Koordinasi pada sentra pelayanan publik adalah untuk menjembatani atau menyalurkan kepada fungsi terkait. Komando dan pengendalian dilakukan untuk adanya :
a. Quick response
b. Penanganan TKP
c. Sistem laporan
d. Penanganan pada situasi emergency atau kontijensi
Sentra pelayanan publik juga memberikan Informasi kepada publik tentang situasi kondisi dan tentang sistem pelayanan publik yang ada melalui media atau keterangan langsung

Di era digital sentra pelayanan publik dibangun dalam model Smart City. Salah satu pendekatan pemolisian dapat dilakukan dalam “Smart Living, Smart Mobility”. Smart city menjadi harapan dan tujuan bagi masyarakat dapat hidup tumbuh dan berkembang dalam kawasan yang fungsional yang pelayanan publiknya berstandar prima. Kualitas hidup yang meningkat terjaga dan terpeliharanya keteraturan sosial bagi suatu peradaban.

Publik dapat dipahami sebagai masyarakat atau rakyat atau orang banyak. Apa yang mereka butuhkan secara umum dan memdasar ? Kebutuhan publik ini dapat dikategorikan pada ruang publik bagi perorangan maupun secara bersama sama. Di sini saya melihat publik sebagai masyarakat di ruang publik yang mereka butuhkan setidaknya mencakup kawasan yang sehat, aman, nyaman, ada saling keterhubungan dengan kawasan kawasan lainnya sehingga mudah dicapai. Dengan demikian menjadi smart living dan smart mobility.

Pelayanan publik untuk mencapai atau setidaknya memenuhi standar apa yang dibutuhkan publik maka dibutuhkan sistem pelayanan publik yang prima. Pelayanan publik yang dengan standar prima ( cepat , tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif dan mudah diakses) adalah sistem pelayan publik yang dibangun secara on line dan berbasis elektronik.

Di era digital maka dasar membangun sistem pelayanan prima adalah adanya :
1. Back Office yang dapat menjadi operation room pusat k3i ( komunikasi komando pengendalian koordinasi dan informasi). Back office berfungsi sebagai pusat data menuju big data system dan one stop service system.

2. Application yang berbasis artificial intellegence yang memcakup aplikasi :
a. Call centre
b. Comand centre
c. Monitoring system
d. Digital Map untuk pemetaan wilayah, pemetaan masalah dan pemetaan potensi dsb
e. Smart management untuk inputing data, analisa data dan produk dalam bentuk algoritma ( info grafis, info statistik, info virtual ) yang dinamis sesuai real time yang dpat diakses secara on time dan any time.
f. Sistem penegakan hukum secara elektronik ( electronic traffic law enforcement / etle ) yang didukung ” data jalan, data kendaraan bermotor, data pengemudi, data populasi publik dalam berlalu lintas dsb. Selain itu juga didukung sistem pembayaran elektronik, sistem digital record untuk TAR ( traffic attitude record) dan de merit point system untuk sistem perpanjangan SIM
g. Sistem panggilan darurat emergency / contigency system
h. Sistem pelayanan cepat ( quick response time )
i. Sistem laporan dan sharing data
j. Sistem sinergitas pelayanan publik antar pemangku kepentingan
k. Sistem akuntabilitas algoritma yang dapat menunjukkan index kualitas pelayanan publik
l. Algoritma untuk memprediksi, mengantisipasi dan solusi
m. Management media sebagai wadah untuk : informasi, komunikasi, inspirasi, edukasi, solusi, motivasi, counter issue, fun/ menghibur.
m. Sistem pengamanan data dan sistem sistem lainnya ( cyber security )
Dsb

3. Net Work atau jejaring yang berbasis IoT,
kekuatan jejaring bagi konektifitas sistem sistem on line menjadi dasar pelayanan prima dan hidupnya sistem sistem lainnya.

4. Sistem updating dan up grading untuk sistem yang terus dinamis dan terus bisa ditumbuh kembangkan.

5. Petugas yang memgawaki pada back office dapat memberdayakan dan memgontrol aplikasi maupun jejaring yang ada. Mampu inputing data, analisa data dan menghasilkan produk serta mampu membangun jejaring.

Pelayanan publik yang prima pada smart living maupun smart mobility merupakan standar keberhasilan smart city. Kemampuan sistem sistem tersebut adalah untuk mampu memberikan pelayanan prima di bidang :
1. Pelayanan keamanan
2. Pelayanan keselamatan
3. Pelayanan hukum
4. Pelayanan administrasi
5. Pelayanan informasi
6. Pelayanan kemanusiaan
Kesemua itu dapat ditunjukan indexnya pada sistem algoritma yang berupa info grafis, info statistik, info virtual yang dapat diakses secara real time, on time dan any time

Prinsip Prinsip Mendasar Pelayanan Publik di Era Digital

Implementasi dalam berbagai profesi di era digital dituntut sinergis saling terhubung dengan didukung back office application yang berbasis pada artificial intellegence dan net work yang berbasis pada internet of things dalam sistem pelayanan prima satu pintu.
Pelayanan publik di era digital peta dan pengkategorian merupakan model untuk spesifikasi pelayanan publik. Sistem pemetaan ini juga menjadi pengkategorian atas berbagai kebutuhan hidup manusia sebagai mahkluk sosial. Sistem pelayanan kepada publik merupakan refleksi tingkat profesionalitas dsn political atas pembelaan pada kemanusiaan.

Di era digital dalam segala pelayanan kepada publik didukung sesuatu rekam jejak secara digital, yang menjadi sistem data untuk memberikan pelayanan kepada publik sekaligus akuntabilitas. Akuntabilitas kepada publik dapat ditunjukan pada moralitasnya, hukum, administrasi, fungsional dan sosial.
Akuntabilitas secara moral menunjukan niat yang baik dan benar untuk mampu menjaga sesuatu dalam etika kerja. Pertanggungjawaban secara hukum menunjukan bahwa apa yang dilakukan sesuai dengan hukum, peraturan dan ketentuan yang berlaku dan legal serta bukan ilegal. Pertanggungjawaban secara administrasi merupakan bentuk prinsip pinsip dasar administrasi terpenuhi. Di bidang perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan / pengoperasionalan, pengawasan dan pengendalian. Pertanggungjawaban secara fungsional menunjukan secara fungsinya menjadi perkuatan institusi atau menjadi bagian capacity building. Pertanggungjawaban secara sosial merupakan bagian dari upaya upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pencapaian tujuan dalam pelayanan publik dapat ditunjukan melalui algoritma yang ditampilkan dalam info grafis, info statistik dan info virtual. Algoritma menunjukan hasil kerja atau kinerja yang dapat dijadikan bagian akuntabilitasnya.Era digital memerlukan pemahaman atas tujuan sehingga tidak sebatas memuja dan mengutamakan cara. Pelayanan kepada publik di era digital merupakan suatu proses perubahan mind set yang berbasis data untuk adanya pelayanan yang prima. Algoritma dikatakan menjadi bagian akuntabilitas kepada publik karena merupakan produk analisa secara intelejen untuk memprediksi, mengantisipasi dan memberikan solusi. Kekuatan di era digital ada pada data dan analisanya sehingga mampu untuk memprediksi mengantisipasi dan memberi solusi secara proaktif. Kekuatan pelayanan publik yang prima tatkala diimplementasikan dalam “smart management”. Smart management dapat dikatakan sebagai model manajemen yang fungsional dan dapat dioperasionalkal secara profesional. Keunggulan era digital ditunjukan pada sistem algoritma yang berbasis real time dan dapat diakses secara any time. Semua itu dikatakan prima tatkala berbasis pada : ” kecepatan, ketepatan, keakurasian, transparansi, dapat dipertanggungjawabkan, informatif dan mudah diakses”. Pelayanan kepada publik setidaknya dapat dikategorikan sebagai pelayanan :” keamanan, keselamatan, hukum, administrasi, informasi dan kemanusiaan “.

Upaya meminimalisir komplain masyarakat terhadap pelayanan publik setidaknya mencakup :
1. Membangun literasi tentang pelayanan publik untuk membangun petugas yang profesional dan mencerdaskan masyarakat. Literasi sbg upaya merubah mind set melalui edukasi training coaching dengan menyiapkan berbagai referensi yang mendukung sebagai sumber data dan kebenaran standar kebenaran atas data dan informasi.

2. Membuat etika kerja sebagai KPI ( key performance indikator) pada tugas pelayanan publik yang berisi apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan
( dapat mengambil atau mempedomani dari SOP)

3. Membangun Manajemen Media, salah satunya membuat portal komunikasi informasi pada media on line untuk edukasi sosialisasi dan komunikasi dengan publik. Dapat dengan media on line, media cetak, media elektronik, media sosial.

4. Memberdayakan back offoce atau call and comand centre sebagai operation room atau pusat k3i ( komunikasi koordinasi komando pengendalian). petugas2 operator memonitor menjembatani dan menjawab komplain masyarakat atau yang membutuhkan informasi dsb

5. Membangun soft power dan smart power melalui kemitraan sehingga ada sinergitas dan soliditas aparatur di dalam memberikan pelayanan publik yang prima dan menunjukkan adanya reformasi birokrasi serta inisiatif anti korupsi.

6. Membangun dan mensosialisasikan program program unggulan pelayanan publik melalui pilot project atau pada bagian bagian yg siap mengimplementasikannya.

7. Menerapkan program pelayanan kepada para petugas maupun masyarakat secara on line melalui smart management dan smart operation dengan berbagai aplikasi untuk meminimalisir potensi terjadinya penyimpangan

8. Responsibiltas yang tulus dan cepat ( quick and response program) atas laporan aduan atau keluhan masyarakat yang dikendalikan dari back transpransi dan akuntabilitas kepada publik.

9. Melakukan sistem pengawasan dan audit kinerja bersama pihak pengawasan internal maupun eksternal dengan membangun tim transformasi.

10. Memberikan penghargaan kepada para petugas yang berprestasi maupun sanksi tegas kepada oknum petugas yang melanggar SOP dengan sistem penilaian kinerja, sistem reward and punishment. (CDL) Senja Tegal Parang 190323

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *