Kuasa hukum dan perwakilan Vihara Hok Tek Tjeng Sin di PN Jaksel

Anggota Mejelis Hakim PN Jaksel Sakit, Sidang Putusan Sengketa Tanah Vihara Ditunda 

Comment
X
Share

POSKOTA.TV–Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) menunda putusan sengketa tanah Vihara karena anggota majelis hakim sakit. Rencana awal majelis hakim akan membacakan putusan sidang sengketa tanah Vihara Hok Tek Tjeng Sin melawan PT PT Danataru Jaya.

Akhirnya hakim menunda sidang putusan itu sampai 22 Mei 2023 mendatang. “Alasan penundaan sidang karena ada anggota majelis hakim yang sakit,” kata kuasa hukum Vihara Hok Tek Tjeng, Saat Gultom kepada wartawan di Vihara Hok Tek Tjeng Sin Jalan Prof  Dr Satrio, Karet Semanggi, Setiabudi, Jaksel, Senin(15/5/2023).

Menurut Gultom, pihaknya optimis majelis hakim akan memenangkan perkara tersebut karena telah memiliki buikti atau kepemilikan tanah Vihara Hok Tek Tjeng Sin. “Harapan kami apa yang  diajukan secara fakra hukum berkas memadai dan bukti- bukti. Tidak ada 1 buktipun yang ketinggalan,” ujar Saat Gultom.

Menurutnya, pihak PT Danataru Jaya selaku penggugat hanya mengantongi Hak Guna Bangunan( HGB). “Dari penggugat pada saat pengajuan bukti sertifikat HGB, tidak jelas batas tanah mereka,” tegas Saat Gultom.

Sementara itu, pengurus Vihara Hok Tek Tjeng Sin, Indra Gunawan mengatakan, pihaknya tidak berani berspekulasi terkait belum adanya putusan resmi dari PN Jaksel. “Belum  bisa bicaraa, belum ada data  otentik adanya putusan pengadilan,” kata Indra.

Dijelaskan Indra, kasus ini sudah dilaporkan kepada Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dan akan ditundak  lajuti. “Saya sudah ketemu dengan Ketua DPRD DKI. Saya disuruh ikut ke lantai 10.Saya juga sudah berikan  bukti-bukti dan beliau mengaku ada urusan ke luar negeri. Saya disuruh balik lagi tanggal 29 Meei 2023 akan dipanggil semuanya, seperti Dinas Tata Air, Pempriv DKI Jakarta dan BPN Jaksel,” jelas Indra.

Sebelumnya, pihak PT Danataru Jaya menggugat  pihak Vihara Hok Tek Tjeng Sin ke PN Jaksel dengan tuduhan telah mengambil tanah yang dikleim milik mereka.Padahal, dalam sertifikat yang dimiliki Vihara Hok Tek Tjeng Sin yang telah berdiri selama 1 abad. Kalau tanah tersebut adalah milik Dinas Tata Air, Pemoriv DKI Jakarta karena dialiri  oleh Kali Tiong. 

Belakangan diketahui kalau  PT Danataru Jaya hanya mengantongi surat keterangan tanah (SKT) yang dikeluarkan oleh Kantor BPN Jaksel. Bahkan, pihak Vihara Hok Tek Tjeng Sin menduga ada mafia tanah dalam kasus in.(Omi)

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *