Betawi Society 7.0 Menuju Kota Yang Lebih Inklusif, Inovatif dan Kolaboratif

Comment
X
Share

POSKOTA.TV – Pusat Studi Betawi Universitas Islam Asyafi’iyah bersama Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Betawi (KMB) menyelenggarakan FGD yang bertajuk “Peluang dan Tantangan Lembaga Adat Betawi Ditengah Revisi UU 29/2007” di Universitas Islam Asyafi’iyah, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (6/6/2023).

Dalam sambutannya, Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dailami Firdaus mengatakan, FGD ini akan menjadi bagian dari rangkaian sejarah perjuangan masyarakat Betawi untuk maju dan bermartabat hingga masuknya Lembaga Adat Betawi di dalam Revisi Undang Undang Nomor 29 Tahun 2007, sebagaimana amanah UUD 1945 Pasal 18 B.

“Dalam kegiatan ini pembahasannya lebih fokus pada inventarisasi hukum adat masyarakat Betawi. Hal ini tidak dapat disepelekan karena saling berkaitan satu sama lain dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Senator yang juga putra Betawi ini berharap, FGD dapat memberikan masukan-masukan yang positif konstruktif terutama mengenai Hukum Adat Masyarakat Betawi. Jadi kedepan bukan hanya budayanya saja yang diakui, namun juga diakuinya masyarakat Betawi sebagai masyarakat inti Jakarta secara utuh, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya juga tetap mendorong agar tetap terjadi pemilihan langsung disaat pemilihan kepala daerah dan juga diberikannya alokasi dana khusus untuk Jakarta nantinya selain Dana Bagi Hasil (DBH) untuk pemajuan Jakarta,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam uji sahih Komite I DPD RI di Universitas Indonesia, mengenai revisi Undang Undang Nomor 29 Tahun 2007, dirinya terus menyuarakan dan mendorong agar Lembaga Adat Betawi masuk di dalamnya.

“Perjuangan ini tidak dapat ditanggung atau dipikul secara sendiri-sendiri tetapi harus kita pikul secara bersama dan saling bahu-membahu serta bergandengan tangan agar terwujud apa yang kita perjuangkan yaitu memajukan dan memartabatkan kaum Betawi secara utuh dan menjadikan Jakarta menjadi kota bisnis yang berbudaya,” terangnya.

Dailami mengajak seluruh komponen Betawi untuk bersatu dan bersama berjuang secara maksimal, sesuai dengan kemampuan untuk mewujudkan Betawi kedepan yang semakin maju dan disegani.

“Saya ingin mengucapkan selamat dan sukses untuk Kongres Majelis Amanah Persatuan Kaum Betawi yang akan diselenggarakan 9 dan 10 Juni 2023. Saya menyakini Kongres ini bukan hanya seremonial saja namun juga memiliki esensi yang begitu dalam dan kuat yaitu komitmen kita semua sebagai masyarakat Betawi yang ingin Betawi maju dan bermartabat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Amanah Persatuan Kaum Betawi (MAPKB), H. Marullah Matali Lc.,M.A sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi kaum muda Betawi tersebut. “KMB hebat, ini sebuah terobosan, ada tantangan dan peluang. Terutama, kaitannya Jakarta setelah tidak berstatus sebagai ibu kota negara,” tegasnya.

Ia mengajak, seluruh masyarakat Betawi ikut menyukseskan pelaksanaan Kongres MAPKB yang akan diadakan pada 9-10 Juni 2023.
“Mari kita songsong Jakarta sebagai kota global dan kota bisnis yang bermartabat, maju dan berbudaya dengan Betawi sebagai masyarakat inti,” tandasnya.

Diwaktu yang sama Rais Laskar Suku Betawi yang juga sebagai Ketum Ormas Betawi Bangkit David Darmawan juga berharap Betawi mampu mengukir sejarah peradaban yang dimana kini telah memasuki era 5.0.

“Tapi Betawi kini sebetulnya sudah 7.0 karena bukan hanya teknologi saja melainkan juga adat istiadatnya dan Betawi yg religius jadi Betawi ini bukan smart city lagi tetapi sudah bisa menjadi wiser global city. Jadi Betawi ini harus mengukir peradaban di era digital,” ucap David.

Lebih jauh ia katakan, Betawi harus melangkah jauh kedepan sebagaimana dahulu Betawi sebagai pelabuhan utama yang menjadi panglimanya atau syahbandarnya yaitu orang-orang Betawi yang fasih dalam banyak bahasa, diantaranya bahasa Inggris, Tiongkok, Arab, Belanda dan Portugis.

“Jadi tidak ada tuh namanya anak Betawi yang hanya bisa satu atau dua bahasa, minimal tiga bahasa anak Betawi kudu kuasai,” jelasnya.

Untuk diketahui, FGD ini menghadirkan narasumber berkompeten diantaranya, Brigjen (TNI) Marwan Suliandi Hakim Militer Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung, Prof. Hj. Yasmine Z Shahab Dosen Antropologi Universitas Indonesia, H. Zainuddin MH, S.E Ketua Steering Comittee Kongres MAPKB, dan Dr. Lusi Andriyani M.Si Kaprodi Magister Ilmu Politik UMJ.

FGD juga dihadiri sejumlah tokoh Betawi seperti Beky Mardani Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi, Kyai Lutfi Hakim imam besar FBR (Forum Betawi Rempug), Yahya Andi Saputra Budayawan Betawi, Yudhistira Tasli Dewan Kota Jakarta Timur, tidak lupa hadir bang David Darmawan Rais Laskar Suku Betawi dan juga ketum Betawi bangkit dan Muhammad Ichwan Ridwan Komisaris PT Jakarta Tourisindo (Jaktour).

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *