4 Kali Dipercaya Presiden Jokowi Bawa Duplikat Merah Putih, Wow Ini Kereta Ki Jaga Raksa Milik Dedi Mulyadi

Comment
X
Share

POSKOTA.TV – Sudah tidak asing lagi sepertinya di telinga rakyat Indonesia kereta kencana bernama Ki Jaga Rasa kembali dipercaya untuk membawa duplikat bendera pusaka merah putih pada upacara Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 di Istana Merdeka, Jakarta. Rupanya, kereta kencana tersebut berasal dari Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Usut punya usut ternyata Kereta kencana Ki Jaga Rasa ini diketahui milik tokoh budayawan sekaligus politisi beken asal Subang, yakni Dedi Mulyadi.

Dedi mengungkap, kereta kencana Ki Jaga Rasa dipilih oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali membawa duplikat pusaka bendera merah putih.

“Saya tidak menyangka bahwa Presiden Jokowi mengapresiasi itu dengan meminta kereta Ki Jaga Rasa menjadi kereta digunakan untuk membawa bendera pusaka,” ujar Dedi Mulyadi kepada sejumlah wartawan Kamis (17/8/2023)

Menurut Dedi, dipilihnya kereta kencana Ki Jaga Rasa miliknya itu merupakan suatu penghormatan tinggi yang ia dapatkan. Pasalnya, sudah kali ke-4 dipercaya untuk membawa duplikasi dari bendera pusaka merah putih serta teks proklamasi.

“Ini adalah sebuah penghormatan. Ternyata penghormatan itu dilakukan terus menerus termasuk pada tahun ini peringatan 17 Agustus tahun 2023. Artinya ini sudah menginjak tahun ke-4 berarti barangkali yah. Nah tahun yang ke-4 dan dalam posisi keretanya waktu itu saya pesan secara personal dan kemudian harus diurus,” katanya.

“Kan ini harus diurus, karena percuma saja kalau orangnya tidak punya spirit maka tidak akan diurus sehingga hilang nilainya tidak ada. Barangnya tidak ada tapi nilainya hilang, maka saya tempatin di sini di Lembur Pakuan yaitu Bale Pamanah Rasa yang khusus untuk menyimpan Ki Jaga Rasa,” sambungnya.

Kereta kencana Ki Jaga pun dilepas ke Istana Merdeka, Jakarta, pada hari 10 Agustus lalu. Terdapat beberapa prosesi pelepasan dari kereta kencana Ki Jaga Rasa tersebut.

Upacara keluarnya Ki Jaga Rasa dari Bale Pamanah Rasa pun sangat sakral. Ribuan warga menjadi saksi mengantar sang kereta kencana untuk selanjutnya dibawa ke Istana Negara. Kereta kencana yang dibuat pada tahun 2008 itu pun langsung dibawa menuju Istana Negara dengan pengawalan ketat TNI bersenjata lengkap.

Dedi mengungkap kegiatan yang dinamakan Ki Jaga Rasa Miang ke Istana Negara ini rutin digelar setiap Agustus menjelang hari kemerdekaan. Nantinya kereta kencana akan kembali bertugas membawa bendera pusaka untuk dikibarkan.

“Ini sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi saya pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang setiap tahun memberikan tugas mulia pada Ki Jaga Rasa,” ujar Dedi kepada wartawan usai melakukan prosesi pelepasan kereta kencana Ki Jaga Rasa di Subang.

Menurut Dedi, keanekaragaman seni tradisi yang dibawa saat kemerdekaan di Istana Nagara merupakan refleksi dari identitas yang dibangun setiap daerah. Ia berharap refleksi tersebut terus dipertahankan agar tidak kehilangan identitas Indonesia sebagai negara yang kaya akan budaya.

“Kalau sudah kehilangan identitas maka kehilangan ideologi dan kehilangan jati diri, kalau sudah kehilangan jati diri maka hilang nilai-nilai kebangsaan begitupun hilangnya kepedulian terhadap komitmen menjaga alam,” katanya.

Pria yang kini merupakan politisi dari partai Gerindra ini juga menuturkan, upacara pelepasan kereta kencana tersebut merupakan sebuah bentuk menjaga nilai kebangsaan dalam bentuk yang tidak kaku.

“Di Indonesia ada kekakuan yang dianggap protap. Menurut saya kekakuan boleh berubah setiap waktu dan sepanjang zaman karena kita harus adaptif pada perubahan,” tuturnya.

Sementara itu, setelah Ki Jaga Rasa menyelesaikan tugasnya di Istana Nagara sebagai pembawa bendera pusaka merah putih akan kembali disambut oleh upacara kepulangan ke Lembur Pakuan, Subang.(fuljo)

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *