Wali Kota Bima Ditahan di Rutan KPK

Comment
X
Share

POSKOTA.TV – Wali Kota Bima, Muhammad Lutfi periode 2018-2023 resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta penerimaan gratifikasi.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (5/10/2023) malam.

“Pada malam hari ini kami menetapkan tersangka atas nama MLI (Muhammad Lutfi), Wali Kota Bima periode 2018-2023,” ujar Firli.
Usai penetapan tersangka, Muhammad Lutfi langsung ditahan selama 20 hari ke depan.

“Dilakukan penahanan pertama pada tersangka MLI selama 20 hari pertama dimulai dari tanggal 5 Oktober sampai dengan 24 Oktober 2023 di Rutan KPK,” katanya.
Lutfi diduga bersama keluarga intinya mengondisikan proyek-proyek yang dikerjakan oleh Pemerintah Kota Bima. Lutfi diduga menerima setoran uang dari para kontraktor yang dimenangkan dengan jumlah Rp8,6 miliar.

“Ditemukan pula adanya penerimaan gratifikasi oleh MLI di antaranya dalam bentuk uang dari pihak-pihak lainnya dan tim penyidik tentu terus lakukan pendalaman lebih lanjut,” tuturnya.
Pada Kamis (31/8/2023) lalu, KPK telah melakukan serangkaian upaya paksa penggeledahan di sejumlah tempat. Di antaranya di kantor pihak swasta di Jalan Karantina Kota Bima; rumah kediaman
pihak terkait di Jalan Gajah Mada Kota Bima; rumah kediaman pihak terkait di Jalan Muhajir Kota Bima; dan rumah kediaman pihak terkait lainnya yang berada di Perumahan BTN Gilipanda.

Dari sana, tim penyidik KPK mengamankan dan menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen dan alat elektronik diduga terkait perkara.
Dalam kasus ini, Lutfi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 12 B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). (Admin)

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *