Pasar-pasar Unik di Indonesia

Comment
X
Share

POSKOTA.TV – Indonesia identik dengan pasar tradisionalnya, keberadaan pasar tradisional di Indonesia masih banyak ditemui dan tak kalah menjamur dengan pasar modern. Selain relatif lebih murah, pasar tradisional juga memiliki keunikan dari segi komoditas yang dijual hingga cara penjualannya.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa pasar tradisional yang memiliki keunikan tersendiri. Berikut ini beberapa pasar unik di Indonesia.
Diapit di antara Gunung Lokon dan Gonong Mahawu, Pasar Tomohon menyediakan segala macam jenis daging. Tak tanggung-tangung, jenis daging yang diperjualbelikan tak lazim.

Di pasar ini, kamu bisa menemukan daging tikus, anjing, kelelawar, ular piton, hingga babi. Mulai dari babi hutan, babi ternak, hingga tikus hutan yang memiliki ekor berwarna putih. Tak hanya itu, monyet hitam hingga daging kucing juga bisa kamu dapatkan dengan mudah di pasar ini pada hari tertentu.

Bahkan, hewan hidup juga diperjualbelikan di sini, salah satunya anjing. Namun, daging anjing dan kucing kini sudah dilarang untuk diperjualbelikan di pasar ini.
Keberadaan Pasar Tomohon tentunya tak terlepas dari kebiasaan pangan Suku Minahasa, Sulawesi Utara. Suku Minahasa dikenal gemar mengonsumsi segala jenis daging hewan. Hal inilah yang menjadi daya tarik utama Pasar Tomohon bagi wisatawan lokal dan nternasional.

Pasar Langowan
Satu lagi pasar di Sulawesi yang memperjualbelikan komoditas tak wajar, yakni Pasar Langowan. Beberapa daging hewan yang diperdagangkan adalah anjing, ular, tikus, kelelawar, babi, kucing, hingga biawak. Kamu juga bisa menemui hewan yang masih hidup di pasar ini.

Pasar Terapung
Salah satu pasar unik yang ada di Indonesia adalah Pasar Terapung Muara Kuin. Berada di Sungai Barito, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, para pedagang di pasar ini menjajakannya komoditas dengan menggunakan perahu. Ada banyak dagangan yang bisa kamu temui, mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, hingga makanan.

Pasar Kaki Langit
Pasar Kaki Langit yang ada di Desa Wisata Mangunan, Dligo Bantul, Yogyakarta sengaja dirancang dengan konsep tradisional yang unik. Di sini penjual menggunakan pakaian adat khas Jawa.
Kemudian, untuk melakukan transaksi tidak menggunakan uang, melainkan dengan koin kayu. Koin kayu ini bisa dibeli dengan uang rupiah ketika pengunjung memasuki desa wisata.
Di sini yang paling banyak dijual adalah makanan siap saji. Kadang ada pula acara pentas seni dan workshop untuk menambah seru suasana. Pasar Kaki Langit hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu saja.

Pasar Bisu, Sumatra Barat
Umumnya orang di pasar saat melakukan transaksi atau tawar menawar berbicara dengan suara kencang.
Berbeda halnya dengan kondisi di Pasar Bisu di Desa Cubadak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Tawar menawar dilakukan tanpa berbicara sedikit pun.
Untuk berkomunikasi mereka menggunakan bahasa isyarat tangan yang ditutup dengan kain, sarung atau topi.
Mereka akan menggoyangkan jari ke kanan dan ke kiri untuk menunjukan nilai jualannya. Sebagai tanda sepakat, pembeli dan penjual akan berjabatan tangan yang lama.

Banyak wisatawan yang mengunjungi pasar ini karena ingin merasakan sensasi berbelanja di atas air. Namun, keberadaan pasar ini terancam punah dan mulai memudar eksistensinya. (admin)

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *