Apa yang Harus Dilakukan Bila Didatangi Debt Collector Galak?

Comment
X
Share

POSKOTA.TV- Saat ini banyak masyarakat yang terlilit hutang pinjol karena desakan ekonomi yang semakin kuat, ada sebagian masyarakat yang tidak mampu mengembalikan hutang atau istilahnya galbay (gagak bayar). Maka dari itu pihak dari pinjol pun mengeluarkan beberapa orang untuk menagih atau debt collector, ada pula debt collector tersebut datang ke rumah dan secara arogan menangih hutang.

Saat Anda terlibat dengan debt collector ada baiknya ditanggapi dengan bijak. Anda perlu memahami tindakan kekerasan yang dilakukan debt collector bisa dilaporkan ke kepolisian.

Terima kedatangannya secara baik
Langkah pertama menghadapinya adalah menerima kedatangannya secara baik. Tidak perlu menghindar, pada beberapa kasus menghindar justru bikin situasi makin buruk.

Tanyakan identitas, surat tugas dan sertifikasi resmi debt collector tersebut.

Debt collector yang resmi bertugas memiliki surat tugas resmi dari Lembaga Keuangan atau Agency tempat dia bekerja. Selain itu, seorang debt collector juga wajib memiliki Sertifikasi Profesi Penagihan Pembiayaan (SP3).

Tanyakan juga kepada mereka kepemilikan sertifikasi tersebut. Jika mereka tidak mampu menunjukkan surat tugas resmi dan sertifikasinya, maka kedatangannya bisa diabaikan.

Jelaskan kondisi keuangan Anda
Jelaskan dengan jujur, sopan dan tenang mengenai kondisi keuangan Anda saat itu, termasuk kendala yang dihadapi sehingga mengalami keterlambatan bayar. Sebaiknya Anda mencoba bersikap kooperatif.

Lakukan pembayaran
Jika sudah menemukan titik terang dan Anda memiliki kemampuan untuk membayar cicilan, lakukan pembayaran tunggakan angsuran dan denda jika ada secepat mungkin. Ikuti pembayaran angsuran sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Jika Anda tetap tidak mampu untuk membayar angsuran, tetap ikuti prosedur yang harus diikuti. Upayakan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan tanpa kekerasan, karena sesungguhnya kedua belah pihak sama-sama membutuhkan solusi yang tepat, mengutip BFI Finance.

Dasar hukum debt collector
Dijelaskan sampai sekarang belum ada aturan di Indonesia yang mengatur secara khusus tata cara penagihan oleh debt collector.

Meski demikian ada kebijakan Peraturan Bank Indonesia (PBI) dan Surat Edaran Bank Indonesia yang menjelaskan etika dan kewajiban yang harus dipatuhi Lembaga Keuangan atau jasa debt collector.

Hal itu diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/17/DASP Tanggal 7 Juni 2012 tentang Perubahan Pertama dan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 16/25/DKSP Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/10/DASP tanggal 13 April 2009 perihal Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu.

Debt collector tidak boleh memaksa menyita barang-barang milik konsumen yang wanprestasi. Penyitaan hanya bisa dilakukan melalui putusan pengadilan seperti dijelaskan pada Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).(admin)

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *