Terduga Teroris Digerebek di Tambun

Comment
X
Share

POSKOTA.TV- Dua pria diduga teroris yang disergap Tim Densus 88 di sebuah kontrakan di wilayah Tambun, Kabupaten Bekasi mengaku kepada warga setempat bekerja di perusahaan minyak.
Salah satu pemilik kontrakan yaitu Muhammad Nur (58) dari Dusun Satu, mengungkapkan, salah satu pria yang tinggal mengontrak sudah menghuni selama lima bulan. “Hampir lima bulan, ia tinggal bersama istri, ada anaknya juga,” kata Muhammad Nur, Senin (30/10).

Kemudian, pria tersebut dikatakannya merupakan karyawan di salah satu perusahaan di bidang minyak. Namun, M Nur hanya kerap menjumpai pria tersebut ketika saat pergi ataupun sepulang bekerja. “Cuma kerja, pulang balik kerja, dia ada dua shift, shift pagi sampai jam berapa ya, pokoknya kalau shift malam dia berangkat jam 2 siang,” terangnya.
“Dia bilangnya di Sinarmas, minyak sawit di Priuk, Marunda, pengakuannya sih itu, dia sopir forklift,” bebernya.

Adapun, istri dari pria yang ditangkap itu hanya sesekali untuk berinteraksi.
M Nur hanya melihat istri dari pria sesekali belanja di Minimarket. “Iya, jarang keluar. Dia kalau belanja, belanja online, ke Alfamart saja selalu belinya online, jarang sosialiasi,” tutur M Nur.

Kendati demikian, meski tak menaruh curiga terhadap penghuni kontrakan yang diamankan tim Densus 88, dirinya mengaku kaget adanya penggerebekan tersebut.
“Ya saya kaget juga sih, saya enggak tahu (terlibat kasus apa), curiga sih enggak, karena keluar, cuma ngomong izin berangkat kerja saja, enggak ada curiga. Cuma susahnya diminta identitasnya,” pungkasnya.

Penggerebekan dilakukan pada Jumat (27/10) pukul 07.00 WIB. Setidaknya ada 60 Personil kepolisian yang dibagi tiga tim, untuk melakukan pengerebekan.
Densus 88 menggerebek empat kontrakan di wilayah Desa Setia Darma, Kecamatan Tambun, Bekasi. Dari keempatnya, hanya ada dua pria yang ditangkap terkait terorisme.
Kepolisian kemudian membawa puluhan buku yang diduga berkaitan dengan ajaran terorisme.

Menurut Ketua RT04 RW02 Kampung Setiajaya, Dusun 1, Desa Setiadarma, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Parnoto mengatakan, dua orang warga Setiadarma itu ditangkap Densus di lokasi yang berbeda. Penangkapan pertaman seorang terduga teroris berusia sekira 40 tahun ditangkap di rumah kontrakan di RT04 RW02 Kampung Setiajaya, Dusun 1, Desa Setiadarma, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Penangkapan kedua di Dusun 3, RT04 RW02 Kampung Darmajaya, Desa Setiadarma, Tambun Selatan. Jarak antara kontrakan tersangka teroris satu dengan tersangka teroris sekitar 30 meter.

Parnoto menuturkan, sebelum terjadi penangkapan, ia didatangi anggota Binmaspol setempat yang kemudian diajak ke rumah kontrakan terduga teroris tersebut. Saat itu Parnoto tidak diberitahu maksud dan tujuan Densus ke kontrakan terduga.

“Saya didatangi Binmaspol, katanya ‘ayo kita mau ada penangkapan’, tida lama kita langsung meluncur, nah katanya bapak-bapak yang ada di situ itu dari Densus, tapi tidak memberikan informasi siapa yang ditangkap dan terkait kasus apa,” katanya.

Saat tiba di lokasi, Pranoto diminta mengetuk pintu kontrakan terduga pelaku. Ketika pintu dibuka, Densus langsung menangkap terduga teroris tanpa perlawanan. “Saya yang ketuk pintu, setelah pintu dibuka, Densus sebut nama, habis gitu langsung ditangkap, nama yang dia sebut tidak jelas. Tidak ada perlawanan waktu ditangkap,” katanya.

Selain Pranoto, Ketua RW02 Kampung Darmajaya, Abdul Basit Bastian juga menyampaikan proses penangkapan terhadap warganya yang tinggal di rumah kontrakan RT04 RW02 Kampung Darmajaya, Dusun 3, Desa Setiadarma, Tambun Selatan pada waktu bersamaan.

Abdul Basit mengatakan, di kontrakan ini, seorang pria berusia sekitar 30 tahun ditangkap Densus 88. “Yang ditangkap satu orang di rumah kontrakan, waktu ditangkap ada anak sama istrinya, tapi yang dibawa cuma suaminya aja,” kata Abdul Basit Bastian.

Sejauh ini, Basit mengaku tidak mengetahui nama terduga teroris yang ditangkap tim Densus. Akan tetapi, kata dia, saat akan ditangkap, dirinya sempat mendengar petugas menyebut nama terduga pelaku.

“Jadi saya ketuk pintu kontrakan, setelah pintu dibuka, ada pertanyaan ‘kamu Muklas ya?’ Terus langsung ditangkap ditutup matanya, itu yang saya tahu, yang melakukan penangkapan pakai baju bebas,” katanya.

Selain menangkap terduga dua pelaku, Basit menjelaskan, tim Densus juga mengamankan 13 item untuk dijadikan barang bukti. Seluruh barang bukti yang diamankan itu kebanyakan berupa buku. “Buku-buku yang dibawa, kayak buku tuntunan pelajaran dia atau bagaimana saya enggak ngerti, ada 13 item yang dibawa, kebanyakan buku,” katanya.(admin)

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *