Viral Guru SD di Bogor Diminta Bayar Rp 250 Ribu saat Ajukan Cuti Melahirkan, Kadisdik Buka Suara

Comment
X
Share

POSKOTA.TV – Viral di sosial media curhatan salah satu guru SD di Kota Bogor dinarasikan dimintai uang dan terancam dipecat lantaran mengajukan cuti melahirkan.
Dalam unggahan yang beredar, seorang guru SD di Kota Bogor mencoba untuk mengajukan cuti lantaran tengah hamil. Namun ternyata, perjalanan cuti sang guru tersebut tak berjalan mulus, karena pada saat mengajukan libur, guru tersebut malah dimintai uang Rp 250 ribu dan juga gajinya selama tiga bulan terancam dipotong sebesar 50 persen.
Mendapati hal tersebut, saat ini kasus tersebut pun tengah dalam pendalam Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui inspektorat.

Suami guru SD itu curhat soal istrinya yang cuti melahirkan namun disuruh membayar.
Dalam narasinya, suami guru SD itu menyebut bahwa istrinya mengajukan cuti melahir pada pekan kemarin.
Kemudian, istrinya diminta untuk mengisi form dan lanjut ke tanda tangan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor.

Akan tetapi, ia terkejut saat tahu istrinya diminta transfer sejumlah uang saat sudah meminta tanda tangan di Disdik Kota Bogor.
“Saya mau menanyakan kebijakan di Dinas Pendidikan Kota Bogor. Istri saya seorang pengajar di salah satu sekolah dasar di tanah sareal,” tulis siami dalam postingan di Medsos.

“Minggu kemarin mengajukan cuti melahirkan & diminta untuk isi form cuti lanjut tanda tangan ke pihak Dinas Pendidikan kota bogor,” tulisnya.
“Dan ternyata di sana disuruh transfer selesai tanda tangan sebesar Rp. 250.000. Kemudian potongan gaji 50 persen selama cuti melahirkan 3 bulan ke depan. Apakah itu termasuk peraturan dinas atau bagaimana ya?.”

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachmi mengaku telah mendapatkan laporan resmi soal kabar tersebut.
Meski begitu, pihaknya belum dapat mengambil langkah lantaran saat ini masih dilakukan penelusuran.

“Gak bisa kita langsung lakukan langkah. Kita konfirmasi dulu laporannya benar atau engganya,” kata Dedie A Rachim di Mako Damkar Yasmin Kota Bogor.

Kadisdik Buka Suara
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto buka suara soal viralnya ibu guru SD diminta transfer sebesar Rp 250 ribu agar cutinya di ACC.
Selain itu, guru itu juga gajinya disebut gajinya bakal dipotong 50 persen selama masa cuti hamil.
Sujatmiko mengakui bahwa diduga ada oknum anak buahnya di Disdik Kota Bogor yang melakukan hal itu.

“Sepertinya ada oknum ya,” kata Sujatmiko. Namun, sejauh ini, Sujatmiko masih belum megetahui siapa sosok oknum yang meminta uang Rp 250 ribu sebagai izin cuti kepada guru SD tersebut. Tapi, saya belum tahu juga siapa itu,” tambahnya.

Sujatmiko memastikan, dalam peraturannya, tidak ada biaya ketika pengajuan cuti hamil.
“Saya sudah dengar informasi itu. Tapi, saya pastikan tidak ada peraturan seperti itu (transfer),” jelasnya.
Ia menegaskan, saat ini tengah mecari siapa yang memang meminta transfer kepada ibu cuti hamil tersebut.
“Ya terus dicari. Nanti, ketika sudah ada kita langsung klarifikasi,” tandasnya.(admin)

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *