Kapolda Suwondo: Mahasiswa di DIY  Paling Banyak Jadi Korban Penipuan 

Comment
X
Share

Poskota.tv–Kapolda DIY Irjen Suwondo Nainggolan menyebut, banyak mahasiswa di Yogya yang menjadi korban penipuan. Itu  berdasarkan data yang dihimpun Polda DIY  sepanjang tahun 2023. 

Saat Jumat Curhat, Kapolda Suwondo menyampaikan, mahasiswa menempati urutan pertama korban penipuan dengan berbagai modus. Jumat Curhat kali ini digelar di Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI) pada Jumat (29/12/2023). 

“Yang sering tertipu justru mahasiswa. Melalui online atau market place, banyak yang tertipu. Sebagai langkah antisipasi, kita buatkan buku dan sudah mulai kita bagikan ke masyarakat, termasuk mahasiswa,” ujar Suwondo. 

Kapolda mengatakan, buku yang diterbitkan oleh Ditbinmas Polda DIY itu, berisi panduan agar tidak mudah jadi korban penipuan.

“Sepanjang tahun ini, penipuan mengalami trend kenaikan, karena itu edukasi akan terus kami lakukan,” tuturnya.

Terkait itu, pihal Polda DIY telah menyebarkan buku yang dimaksud salah satu tujuannya agar masyarakat serta mahasiswa bisa mempelajari sejumlah tips agar jangan sampai jadi korban penipuan saat transaksi jual beli online.

Tips aman yang harus dilakukan saat menjual barang online adalah:

1. Gunakan toko online atau market place resmi dan terpercaya serta memberikan informasi barang yang dijual dengan lengkap. 

2. Gunakan cara pembayaran e-commerce aman dan terjamin. 

3. Jika penjual tidak menggunakan e-commerce resmi, pastikan identitas pembeli sebelum transaksi dan  tidak mengirim barang sebelum pesanan dibayar lunas. Selain itu juga pilih jasa pengiriman barang yang tepercaya dan bertanggungjawab. 

Sedangkan jika membeli barang secara online, apa saja yang harus dilakukan? 

1. Pilih toko online atau marketplace resmi dan terpercaya serta bertanggungjawab. 

2. Pilih jasa aplikasi marketplace yang menggunakan pembayaran e-commerce. 

3. Bagi pembeli yang tidak menggunakan marketplace atau e-commerce araubakun pribadi, pastikan penjual terpercaya dan bertanggungjawab. Selain itu tidak buru-buru transfer dan pilih cara pembayaran yang aman dan simpan bukti pembayaran. 

4. Minta bukti pengiriman dan informasi jasa pengiriman yang digunakan. 

Polda juga memberikan catatan agar menghindari pengaruh harga murah dan pengaruh iklan siapa cepat dia dapat atau permintaan segera melakukan pembayaran dengan alasan barang terbatas. Serta tidak memberikan identitas pribadi berupa OTP, password, nama ibu kandung dan tanggal lahir.(Omi)

Teks foto: Kapolda DIY Irjen Suwondo Nainggolan saat memberikan paparan

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *