Kominfo Ajak OJK dan BI Berantas Pekat, 810 Ribu Konten Judi Online Dihapus

Comment
X
Share

POSKOTA.TV – Meski sudah diberantas, peredaran judi online masih saja marak. Pemerintah dan aparat penegak hukum tidak tinggal diam untuk memberantasa peredaran judi online tersebut. Tidak tanggung-tanggung sebanyak 810.785 konten judi online yang ada di media sosial (medsos) ditake down atau dihapus.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan keseriusannya dalam memerangi judi online. Mereka mengajak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) dalam memeringan judi online.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa upaya pemberantasan ini harus dilakukan secara bersama-sama membasmi penyakit masyarakat (pekat) ini.
Selama semester kedua tahun 2023, Kominfo dengan gencar mencoba memberantas konten judi online. Hal ini dilakukan seiring dengan ditunjuknya Budi sebagai Menkominfo baru oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Dalam kurun waktu tersebut, saya dengan tegas dan keras menginstruksikan kepada satuan kerja terkait untuk mengerahkan seluruh daya upaya dan mengambil langkah-langkah extraordinary untuk memberantas konten bermuatan judi online,” ujar Budi dalam keterangan, Kamis (11/1/2024).
Ia memaparkan bukti keseriusan pemerintah mengatasi konten judi online. Sepanjang periode Juli sampai Desember 2023, Kominfo berhasil menurunkan 810.785 konten terkait judi online.

Jumlah konten yang ditangani hanya dalam satu semester tersebut hampir empat kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan jumlah konten judi online yang diblokir pada sepanjang 2022.
Sepanjang semester itu, Kominfo juga telah melakukan pemblokiran sebanyak 4.164 rekening dan 540 akun e-wallet yang terkait dengan kegiatan judi online.
“Langkah ini merupakan terobosan yang dilakukan Kominfo bersama Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, di mana pada tahun-tahun sebelumnya, pemblokiran rekening dan e-wallet terkait judi online belum dilakukan,” jelas Budi.

Baru-baru ini, Menkominfo Budi juga mengirimkan teguran keras dan ultimatum kepada beberapa platform media sosial terkait konten judi online, termasuk Meta pada Oktober 2023 dan X (dahulu Twitter) pada Januari 2024.
“Teguran ini membuahkan hasil dengan 1,65 juta konten judi online dan 450.000 iklan terkait judi online yang diputuskan oleh Meta sejak Agustus hingga Oktober 2023,” ungkap Budi.

Meski sudah dilakukan pemutusan akses terhadap konten judi online, Budi menyatakan bahwa itu bukanlah solusi tunggal untuk memberantas judi online. Ia mengajak semua pihak untuk turut bersama mengatasi masalah ini.
“Bukanlah solusi tunggal jika Kominfo hanya melakukan pemutusan akses terhadap konten judi online. Diperlukan upaya bersama dari pihak-pihak terkait untuk memperkuat upaya serius yang dilakukan oleh Kominfo,” tegasnya.

Untuk itu, Kominfo juga mendukung upaya penegakan hukum oleh kepolisian sesuai kewenangan yang dimilikinya, misalnya dengan memberikan dukungan terhadap proses penindakan hukum kepada para bandar, pengiklan, promotor, dan pihak lain yang terkait dengan aktivitas judi online.
“Penegakan hukum yang tegas atas semua aktor judi online tentu juga menjadi kunci efektivitas pemberantasan judi online, dan tentu Kominfo siap mendukung langkah-langkah strategis Polri yang selama ini dilakukan,” tandasnya.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama memerangi aktifitas judi online di lingkungan masing-masing, baik dalam keluarga, tempat kerja, institusi pendidikan, maupun lingkungan sekitar lainnya,” pungkas Budi.
Untuk mendukung hal ini, Kominfo menyediakan pelatihan literasi digital gratis bagi 5,5 juta peserta per tahun. Dengan harapan agar masyarakat mampu mengoptimalkan pemanfaatan internet secara sehat dan produktif, serta menjauhkan diri dari aktivitas negatif di ruang digital, termasuk judi online. (Admin)

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *