BBM Pertalite dan Solar Bakal Dihapus Diganti ke Euro 4 dan Euro 5

Comment
X
Share

POSKOTA.TV- Manko Marves Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan ada kemungkinan BBM Pertalite dan Solar bakal dihapuskan. Pertalite dan Solar sebagai bahan bakar kendaraan disebut berdampak besar bagi pencemaran udara di Indonesia. Sebagai gantinya, Luhut mengatakan bahwa Indonesia tengah membahas tentang BBM euro 4 dan euro 5.

BBM jenis ini lebih berkualitas dan minim pencemaran udara. Dikatakan Luhut, saat ini pemerintah sedang berusaha meningkatkan standar kualitas BBM di Indonesia.
Rencana tersebut demi meningkatkan kualitas udara di Indonesia dan mengakselerasi target netralitas karbon pada 2060 mendatang, sekaligus mendorong percepatan pembentukan industri kendaraan listrik.

“Kita sekarang akan membuat kualitas solar dan/atau bensin seperti Euro 4 ataupun Euro 5,” ucap Luhut.
“Dengan demikian kendaraan dan transportasi umum itu bisa memakai kualitas BBM lebih bagus,” kata Luhut.
“Sehingga, akan mengurangi sulfur dan itu akan membuat kualitas udara di Indonesia jauh lebih bersih,” lanjut Luhut.

Mengingat, kandungan sulfur selama ini dianggap mempengaruhi tingkat emisi dari kendaraan bermotor yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pencemaran udara.
“BBM dan LPG ini sangat menarik karena kita impor. BBM itu diimpor 50 persen lebih, namun kita subsidi, sehingga kalau tidak salah pengeluaran untuk itu hampir Rp 300 triliun,” ucap Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves dalam kesempatan terpisah.
Artinya, penggunaan dan subsidi BBM masih kontraproduktif terhadap belanja negara serta komitmen Indonesia mencapai netralitas karbon.
Rachmat juga menyebutkan bahwa penerapan standar Euro 4 dan Euro 5 ini bakal diterapkan ke kendaraan niaga seperti truk dan bus.
Sebab jenis transportasi tersebut menyumbang tingkat emisi tinggi.

DPR menyoroti ide Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan yang ingin mengganti BBM jenis Solar dan Pertalite dengan bahan bakar setara Euro 4 dan Euro 5.
“Ide Luhut itu mengada-ada dan bias kepentingan,” kata Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKS Mulyanto di Jakarta, Rabu (24/1/2024)

Mulyanto menilai ide tersebut membuktikan, bahwa kebijakan Pemerintah lebih didikte oleh tekanan luar negeri. Bahkan terkesan ada kepentingan bisnis di balik usul yang disampaikan. Ketimbang dengan sungguh-sungguh membela kepentingan kesejahteraan rakyat dan daya beli mereka.
“Sebaiknya menjelang akhir Pemerintahannya, rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mengambil kebijakan strategis yang merugikan rakyat banyak.

Karena, lanjut Mulyanto yang juga menjabat Wakil Ketua Fraksi PKS, kebijakan penghapusan Solar dan Pertalite, yang jelas-jelas merupakan dua jenis BBM yang disubsidi negara, secara langsung akan memukul daya beli rakyat.
Meski Pemerintah belum menyebut BBM pengganti serta harganya, namun patut diduga, BBM pengganti nya adalah BBM yang beroktan lebih tinggi, dan tentu harganya lebih mahal,” jelas Mulyanto.

Mulyanto menambahkan, bagi masyarakat penghapusan Pertalite dan Solar, lalu menggantinya dengan BBM yang berharga lebih mahal identik dengan kenaikan harga BBM.
“Dengan kebijakan ini, yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah kenaikan harga BBM. Ini tentu akan memberatkan dan memukul daya beli mereka”, pungkas Mulyanto anggota DPR dari daerah pemilihan Tangerang Raya.

“Argumen yang diajukan Pemerintah juga tidak terlalu kuat, dibanding tugas negara untuk menyejahterakan rakyatnya. Karenanya akan lebih baik, serahkan saja kebijakan ini kepada Presiden yang akan datang,” tambah Mulyanto.
Sebelah, Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, BBM jenis Pertalite dan Solar kemungkinan akan dihapus dan digantikan dengan Euro 4 dan Euro 5, BBM jenis ini dianggap lebih berkualitas dan minim pencemaran udara.
Pertalite dan Solar merupakan dua jenis bahan bakar kendaraan yang disebut berdampak besar bagi pencemaran udara di Indonesia.
Luhut mengatakan, saat ini pemerintah sedang berusaha meningkatkan standar kualitas BBM di Indonesia, hal ini juga dalam rangka meningkatkan meningkatkan kualitas udara.(admin)

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *