Siswi SD di Parung Dicambuk Ortu Pengangguran dan Dipaksa Ngamen sampai Larut Malam

Comment
X
Share

POSKOTA.TV – Anak gadis berusia 7 tahun, yang merupakan siswi kelas 1 SD, disiksa oleh Hermanto, ayah kandungnya, dengan cara dicambuk menggunakan besi gantungan baju.
Peristiwa itu terjadi di rumah Hermanto di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan viral pada Minggu (4/2).
Saat disiksa pada Jumat malam (2/2), anak itu meminta ampun, namun ibu tirinya, Dewi, mencegah tetangga yang berdatangan hendak menolong.

Begini kesaksian Dianita Aulina atau Dita, tetangga:
“Sebenarnya kejadian (anak itu) dipukuli sudah sering, cuman warga belum ada yang berani. Malam Sabtu kemarin si korban sampai minta minta ampun, terdengar warga,” ujar Dita kepada kumparan, Minggu (4/2).
“Sempat ada yang mau nolongin, cuman dicegah sama ibu tirinya. Biarin aja biar jadi pelajaran kata ibu tirinya,” kata Dita.
Dita menyebut, warga pun melaporkan kejadian itu ke pemerintah desa. “Lalu polisi datang menangkap ayah kandungnya itu,” ujarnya.

Bahkan, selain mendapatkan penyiksaan berupa pukulan benda tumpul pada punggungnya, bocah yang masih seumur jagung ini pun kerap menjadi korban eksploitasi, ia kerap kali dipaksa mengamen oleh orang tuanya.
Sejak pemukulan terakhir dilakukan beberapa hari lalu, hingga saat ini luka pada tubuh korban pun masih nampak jelas.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, saat ini pihak kepolisian telah mengamankan pelaku kekerasan terhadap anak tersebut.
“Pelakunya sudah kita amankan, kebetulan di Parung belum ada LP jadi kita buatkan LP di Polres, termasuk pelaku juga sudah diamankan di Polres,” kata Teguh, Minggu (4/2/2024).

Setelah membantu korban membuat Laporan Polisi (LP), pihak kepolisian rencananya akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan juga mengumpulkan alat bukti.
“Kalo memang sudah terpenuhi dua alat bukti, nanti kita gelar untuk penetapan tersangka, setalah itu kita periksa sebagai tersangka baru kita lakukan penahanan,” terangnya.
Adapun pelaku yang saat ini telah diamankan oleh pihak kepolisian adalah ayah kandung dari korban sendiri.

“Yang diduga pelaku bapaknya kan, kalo ibunya masih belum ada dugaan kesana,” ucap Teguh.
Menurut pengakuan pelaku kepada polisi, ia kerap kali memukul anaknya lantaran kesal karena sang anak kerap rewel.
“Kalo keterangan dari pelaku karena sering rewel, alasan dia memukul,” ujarnya.

Selain penyiksaan terhadap korban, pihak kepolisian pun mendapatkan informasi bahwa pelaku kerap menyuruh anaknya untuk mengamen.
“Makanya masih kita dalami juga, informasi dari tetangganya juga kita butuhkan, sama warga yang bantu mengamankan kemarin,” tambah Teguh.
Selain melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut, kata Teguh, pihak kepolisian pun rencananya akan meminta bantuan Dinas Sosial (Dinsos) untuk pendampingan psikologisnya.
“Sekarang si lukanya masih keliatan, untuk trauma atau tidaknya kami mau mengundang dinsos untuk menghadirkan anggota Peksos untuk pendampingan anak, untuk mengetahui sejauh mana traumanya,” Pungkasnya. (admin)

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *