Polda DIY Hentikan Penyelidikan Kasus  Ujaran Kebencian Butet Kartaredjasa

Comment
X
Share

Poskota.tv–Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnga menghentikan penyelidikan kasus Butet Kartaredjasa. Sebelumnya budayawan asal Yogyakarta ini dilaporkan oleh relawan Jokowi karena dianggap melontarkan pantun yang disebut sebagai ujaran kebencian.

Hal itu dikatakan Dirreskrimum Polda DIY Kombes FX Endriadi, Senin (5/2/2024). Dugaan ujaran kencian itu dilantarkan saat Butet berpantun di kampanye pasangan calon nomor urut 03, Ganjar-Mahfud di Kulon Progo.

“Laporan tersebut sudah diterima dan diteliti tim penyelidik Ditreskrimum Polda DIY,” ujar Kombes.  Endriadi. Pihaknya telah melakukan gelar perkara atas kasus tersebut.

Berdasarkan hasil gelar perkara, tim penyelidik menyimpulkan laporan yang dibuat relawan Jokowi (Projo) itu deliknya bersifat absolut.
“Delik itu mensyaratkan harus adanya pengaduan dari yang dirugikan,” ujarnya.

Sementara hingga kini, ia mengungkapkan jika Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak ada mengadukan atas pernyataan Butet ke polisi.  

Sebelumnya, penyelidik Ditreskrimum Polda DIY berencana memanggil beberapa pihak untuk mengklarifikasi dugaan penghinaan yang dilakukan seniman monolog asal Yogyakarta itu.

Akan tetapi, dari hasil gelar perkara itu pihaknya memutuskan untuk menghentikan laporan terhadap perkara Butet.

Sementara itu, Butet Kartaredjasa mengucapkan terimakasih atas pencabutan laporan pembacaan pantunnya kepada Menkoinfo Budi Arie Setiadi yang telah memerintahkan kepada relawannya di Jogja, memenuhi perintah Presiden Jokowi.

Butet juga menyatakan pencabutan laporan bukan hanya atas kasusnya saja tapi juga bagi kawan-kawan yang ingin menegakkan demokrasi dan konstitusi.

“Kami mengingatkan pak Jokowi untuk di jalur track demokrasi dan tidak menghianati konstitusi,” imbaunya, seperti dikutip dari medsos Butet Kartaredjasa.(Omi)

Teks foto: Butet Kartaredjasa.

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *