Sejak 15 Februari, Jakarta Tak Lagi Berstatus DKI

Comment
X
Share

POSKOTA.TV- Ternyata sejak 15 Februari 2024 kemarin, DKI Jakarta sebagai ibu kota negara telah habis masa statusnya. Hal ini merupakan implikasi dari UU tentang Ibu Kota Negara (UU IKN).

“RUU DKI kehilangan statusnya tanggal 15 Februari kemarin. Kan itu implikasi dari Undang-undang IKN (setelah UU IKN diundangkan),” ujar Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Supratman Andi Agtas, di Jakarta, Selasa (5/3/2024).
Ia memastikan, pihak Baleg DPR akan mempercepat pembahasan RUU Daerah Khusus Jakarta (DKJ) terkait hilangnya status daerah khusus ibu kota bagi Jakarta.

Kendati demikian, kata dia, Jakarta akan tetap menjadi daerah khusus di bidang ekonomi, keuangan hingga industri. Hal tersebut akan dibahas dalam RUU DKJ.
“Sekarang DKI ini nggak ada statusnya. Itu yang membuat kita harus mempercepat,” ujar dia.
Dikatakan, Baleg DPR menagertkan RUU DKJ dapat diselesaikan dalam kurun 10 hari. Adapun rapat kerja bersama pemerintah membahas RUU DKJ dijadwalkan digelar pada Kamis (6/3/2024) besok.

”Dalam waktu sesminggu sampai 10 hari kerja harus selesai. Sebab DKI sudah kehilangan status,” ucap dia.
Sekadar informasi, DPR sebelumnya telah mengantongi surat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disertai daftar inventaris masalah (DIM) terkait RUU DKJ.
RUU DKJ tesebut berhubungan dengan perpindahan ibu kota negara (IKN) ke Nusantara di Kalimantan Timur. Jakarta akan meninggalkan status sebagai ibu kota pada tahun ini. (admin)

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *