Cegah Macet, Polisi Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Puncak Bogor saat Libur Lebara

Comment
X
Share

Polisi Bakal Terapkan Rekayasa Lalin di Puncak Bogor di Libur Lebaran, Ini Tanggal Pelaksanaannya

POSKOTA.TV- Polisi akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di jalur Puncak Bogor saat libur lebaran. Tujuannya untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalur destinasi wisata favorit masyarakat saat liburan. Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Jawa Barat AKBP Edwin Affandi mengatakan, jalur Puncak Bogor setelah hari raya Idul Fitri kerap menjadi titik yang harus dijadikan perhatian. Sebab akan banyak wisatawan datang untuk berlibur.

Melalui edarannya, Satlantas Polres Bogor rencananya akan menerapkan rekayasa lalu lintas gage di jalur wisata Puncak pada libur lebaran dan cuti bersama, terhitung sejak tanggal 6-15 April 2024.
Rekayasa Gage ini diterapkan pihak kepolisian merujuk pada Permenhub RI nomor PM 84 tahun 2021.
Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan, sejumlah rekayasa lalu lintas telah disiapkan oleh pihak kepolisian, diantaranya gage dan juga rekayasa one way.

Rio menuturkan, ruas wisata puncak pada kondisi normal bisa menampung hingga 28-32 ribu kendaraan dalam satu harinya.
“Jangan sampai seperti (lebaran) tahun lalu, jumlah pemotor saja sampai 82 ribu sehingga terjadi stag di atas. Orang tidak bisa menikmati rekreasi yang ada di puncak,” kata Rio, Sabtu (30/3/2024).

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di libur panjang lebaran, Polres Bogor pun mulai mensosialisasikan tanggal dan rekayasa lalu lintas yang bakal diterapkan.
“Jadi kami akan melaksanakan sosialisasi dari sekarang, puncak akan diberlakukan ganjil genap disaat H+1 lebaran,” ujarnya
Kendati sering kali dipadati kendaraan, pihak kepolisian tidak akan melakukan rekayasa lalu lintas pada hari lebaran.

Keputusan ini diambil karena, melihat libur lebaran tahun 2023 lalu, kepadatan lalu lintas di jalur wisata Puncak terjadi pada H+1 hingga H+3 lebaran.
Selain itu, pada hari lebaran, jalur puncak cenderung hanya digunakan oleh masyarakat sekitar untuk beribadah maupun bersilaturahmi, dan dimungkinkan tidak akan banyak digunakan oleh wisatawan maupun pemudik.

Lebih lanjut, Rio mengatakan, untuk mengantisipasi kemacetan yang disebabkan oleh kendaraan mogok di jalan selama libur lebaran, pihak kepolisian pun telah bekerjasama dengan Dishub Kabupaten Bogor dengan menyiapkan mobil derek.
“(Mobil derek) sudah disiapin, kita ada mobil dari dua, (ditambah) kita pinjam juga dengan dishub dan pemda juga dua,” pungkasnya. (admin)

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *