Sakit Hati dengan Korban, Pembunuh Pedagang Pakaian Menangis di Kantor Polisi

Comment
X
Share

POSKOTA.TV – Pelaku penusukan wanita pedagang baju di Jalan Borobudur Raya, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Senin, 1 April telah menyerahkan diri ke pihak kepolisian.
Ketua RW 11 Achmad Syehu Ridwan mengatakan pelaku menyerahkan diri ke pihak kepolisian pada Senin, 1 April, sekiranya siang hari.
“Tadi siang menyerahkan diri ke polisi. Dia juga sempat bilang ‘saya mau nyerahin diri ke polisi’,” kata Ahmad saat ditemui di Jalan Dipati Ukur, Cibodas, Kota Tangerang, Senin, 1 April.
Padahal saat itu pelaku sudah melarikan diri pascamelakukan penusukan yang menyebabkan kematian terhadap korbannya.

Pelaku disebut kabur naik mobil Toyota Yaris putih ke rumah adiknya di Jalan Dipati Ukur, Cibodas, Kota Tangerang. Saat itu pelaku dikejar oleh pengemudi ojek online (ojol) dan seseorang dengan mobil Pajero.
“Dia panik kayaknya, dia nabrak-nabrakin. Dikejar sampai sini,” ujarnya.

Sesaat sampai di rumah adiknya, pelaku mengaku akan menyerahkan diri ke pihak kepolisian.
Tak lama kemudian Binmas Polsek datang menemui pelaku untuk diamankan dan dibawa ke Polsek Kelapa Dua.
Terlihat mobil Toyota Yaris warna putih yang digunakan pelaku, terparkir di depan kontrakan adiknya. Nampak kaca depan pecah akibat dirusak warga dengan batu.

Nampak pula bagian depan mobil rusak karena bertabarakan dengan pengendara lain di jalan saat melarikan diri.
“Pelaku sudah kota tetapkan sebagai tersangka dan disangkakan dengan pasal tindak pidana pembunuhan yang direncanakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 338 KUHPidana Sub 351 ayat 3 KUHPidana,” katanya, Selasa, (2/4).

Stanlly menjelaskan, tersangka yang merupakan seorang karyawan swasta ini terancam hukuman selama-lamanya seumur hidup dan 15 tahun penjara.
Saat dilakukan pemeriksaan dan kegiatan press conference pihak kepolisian, tersangka nampak tak berhenti menangis. Dimana, kepada penyidik, tersangka mengakui perbuatannya dan menyesal.

“Dia mengakui perbuatannya karena kesal ditegur, lalu dikatakan kata-kata kasar ‘tai’ oleh korban. Sehingga mereka cekcok dan korban mengambil senjata tajam janis samurai ke dalam mobil, lalu langsung menusuk korban sebanyak 1 kali,” ujarnya.
Diketahui, korban sempat mengejar tersangka usai mendapatkan luka tusuk, namun tersungkur dan meninggal dunia karena luka berat dan kehabisam darah.

“Korban sempat mengejar tersangka sebelum akhirnya tersungkur di depan toko dan meninggal. Tersangka juga sempat kabur setelah sempat dihadang warga dan akhirnya tersangka menyerah kan diri ke kantor polisi,” pungkasnya.

Bawa Samurai
Kompol Stanlly S mengatakan, tersangka yang sakit hati mendengar perkataan korban langsung mengambil senjata tajam jenis samurai dari dalam mobilnya.
“Korban langsung emosi dan mengambil senjata tajam jenis samurai dari dalam mobilnya lalu menusuk korban dibagian bawah payudara sebelah kiri,” katanya.
Lanjut Stanlly, dari hasil pemeriksaan diketahui ND kerap membawa senjata tajam tersebut di mobil miliknya.”Senjata itu memang dibawa oleh ND di mobil Yaris miliknya. Tersangka dan korban juga tidak saling kenal. Karena emosi aja akhirnya tersangka ambil senjata itu untuk nusuk korban,” ungkapnya.

Saat diperiksa oleh penyidik, tersangka mengaku membeli senjata tajam jenis samurai Baton Sword dengan panjang lebih kurang 50 sentimeter tersebut di wilayah Bogor.”Itu baru beli di Bogor beberapa minggu lalu,” ucapnya.
(ADMIN)

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *