Saksi Wiliam: Perbuatan Terdakwa Leonal Tirta Bukan Hutang, Tapi Pidana

Comment
X
Share

JAKARTA–Kedua kalinya Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Cibinong pimpinan Nugroho Prasetyo Hendro meriksa William Anto Direktur Utama PT Indopangan Sentosa (Dirut PT IS), Tjong Chandra Hartono, General Manager (GM) PT IS dan Muliady Tanamal (Manajer Teknik PT IS) terkait kasus penggelapan dan penipuan.

Ketiganya diperiksa sebagai saksi atas terdakwa Leonal Tirta, S.TP bin Lie Mien Toeng (Direktur Operasional PT IS) atas dakwaan menggelapkan uang perusahaan Rp8,5 miliar pada Senin (6/5/2024).

Pemeriksaan kedua ini merupakan kesaksian tambahan, sekaligus mencocokan keterangan saksi-saksi lain yang sudah didengarkan di persidangan sebelumnya. Dirut PT IS William Anto menegaskan, ia tetap pada keterangan pada persidangan sebelumnya bahwa terdakwa Leonal Tirta telah merugikan keuangan perusahaan sehingga harus diseret ke meja hijau.

Sebagai pimpinan PT IS, pihaknya mendapat informasi perihal kejanggalan klaim penggantian uang (reimburse) dan bukti-bukti transfer bank maupun bon-bon tagihan yang diberikan oleh terdakwa Leonal kepada perusahaan. “Klaim reimburse membengkak, dan berulang-ulang kali dilakukan,” tegasnya.

Meski kata William di email yang dikirim kepada terdakwa tentang pengembalian uang perusahaan yang digelapkan ada tertulis “hutang”, tapi bukan berarti perusahaan memberikan hutang kepada terdakwa. “Perbuatan terdakwa bukan hutang, tapi menipu perusahaan, merugikan PT IS,” papar Dirut PT IS kepada majelis hakim.

Setelah bagian finance PT IS melihat bengkaknya klaim penggantian uang yang diajukan terdakwa Leonal Tirta lalu dilaporkan kepada Tjong Chandra Hartono (GM PT IS). William lalu perintahkan untuk dilakukan investigasi, audit internal maupun eksternal.

Hasilnya, uang perusahaan diketahui dipakai untuk kepentingan pribadi, bukan untuk pengembangan pabrik. “Saya tidak habis pikir perbuatan terdakwa seperti itu, padahal saya selalu berbuat baik terhadapnya. Ya, terpaksa saya laporkan ke polisi,” ujar William Anto.

Sementara itu, penjelasan tambahan Tjong Chandra Hartono pada kesaksian kedua tak beda seperti kesaksian sebelumnnya. Namun ada keterangan yang disampaikan terkait bon-bon yang direkap dalam satu kesatuan klaim penggantian uang yang diajukan terdakwa Leonal Tirta.

Kejanggalan klaim yang diajukan terdakwa Leonal Tirta diketahui setelah bagian finance PT IS melapor dan kemudian hal itu dikonfirmasi kepada pimpinan perusahaan.

Kejanggalan yang menyolok, menurut Tjong Chandra adanya tagihan terkait jasa pembuatan sumur bor. Sepengetahuan dia selaku GM PT IS, tagihan kegiatan sumur bor tersebut merupakan wewenang kontraktor yang sudah ditunjuk oleh perusahaan.

Menurut Tjong Chandra, kejanggalan itu diketahui setelah mendapat laporan dari bagian finansial. Pihaknya melakukan penyelidikan menyeluruh setelah mendapat perintah dari Dirut PT IS William Anto.

Dikatakan Tjong Chandra, setelah diketahui banyaknya kejanggalan serta jumlah yang cukup besar klaim pengembalian uang, akhirnya staf finansial PT IS melapor dan kejanggalan baru diketahuinya setelah mendapat laporan.

Saksi Muliady Tanamal (Manajer Teknik PT IS) menyatakan, perbuatan terdakwa Leonal Tirta telah merugikan keuangan perusahaan. Sebab, segala sesuatu yang berkaitan dengan dirinya dalam pengembangan pabrik, selalu dilaporkan kepada Dirut PT IS Wiliam Anto melalui finance pabrik.

Pada sidang sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Cibinong mendakwa Leonal Tirta, S.TP bin Lie Mien Toeng telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang perusahaan (PT IS) senilai Rp8,5 miliar.(Omi)

Teks foto: Terdakwa Leonal Tirta

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *