Terlapor Oknum Komite Sekolah, Pelaku Dugaan Pemerkosa di Tangerang Masih Berkeliaran

Comment
X
Share

POSKOTA.TV- Pihak keluarga dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pihak kepolisian untuk serius menangani kasus dugaan rudapaksa yang diduga dilakukan diduga oknum komite sekolah di Tangerang Selatan (Tangsel), pada 2022 silam.

Komisioner KPAI, Dian Sasmita mengatakan, dalam penanganan kasus tersebut harus dilakukan beriringan antara rehabilitasi dengan penekanan hukum.
“Jadi, tidak jalan satu-satu. penanganan hukumnya dulu baru rehabilitasi atau pemulihan dulu baru penekanan hukum. Kepolisian perlu mengedepankan Scientific Crime Investigation terkait kasus ini,” ujarnya, Jumat (17/5/2024).

Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk menghindari timbulnya intimidasi dari pihak pelaku terhadap korban dan keluarganya.
“Sangat mendesak upaya yang serius dan benar-benar serius dari kepolisian sebagai aparat penegak hukum untuk dapat mengungkap kasus ini,” katanya.
Terpisah, Kasis Humas Polres Tangerang Selatan, AKP Agil mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan terhadap komite sekolah berinisial H yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap korban berinisial MA.

“Terkait upaya terhadap terduga pelaku akan dilakukan pemanggilan,” kata AKP Agil, Jumat.
Lanjut AKP Agil, untuk memastikan adanya tindak kekerasan seksual, pihaknya akan melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut.
“Tetap memproses penyidikan terhadap perkara tersebut, menunggu hasil pemeriksaan psikolog keluar serta memperkuat pembuktian untuk selanjutnya dilaksanakan gelar perkara penetapan tersangka,” tuturnya.

Dijelaskan, pihaknya belum menangani kasus tersebut hampir dua tahun lamanya lantaran korban mengalami gangguan kejiwaan, sehingga belum bisa dimintai keterangannya.
“Bahwa memang pada saat itu kondisi korban masih belum memungkinkan dimintai keterangan. Sehingga kami menunggu kondisi korban siap memberikan keterangannya,” ucapnya.

Minta Cabut Laporan
Ayah korban AF, mengungkapkan bahwa diduga pelaku meminta laporan kasus rudapaksa itu untuk dihentikan alias dicabut.
Diungkapkan, terduga pelaku sempat memberinya uang saat korban melahirkan di rumah sakit. Namun, uang tersebut untuk biaya korban selama di rumah sakit.
“Dia ngasih Rp21 juta, itu masih kurang biaya lahirannya dan lain-lain. Tapi itu emang tanggungjawabnya dia,” ujar AF.

Lalu, kata AF, terduga pelaku meminta korban untuk mencabut laporan dalam kasus tersebut.
“Dia nuntut cabut laporan. Minta dibersihkan namanya. Tapi saya enggak mau. Dia harus bertanggungjawab,” ucap AF.
Harapan dia, Polres Tangsel segera menangkap pelaku karena sudah hampir dua tahun kasus tersebut belum ada perkembangan.
“Si H (terduga pelaku) udah ngaku semuanya. Bukti anak saya lahiran juga udah cukup lengkap dan jelas. Cuma sampai sekarang belum ditangkap. Katanya kurang cukup bukti,” kata AF.
Sebagai informasi, keluarga korban melaporkan peristiwa dugaan rudapasa itu pada Oktober 2022 dengan nomor registrasi TBL/B/1860/X/2022/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA. (admin)

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *