Mantan Calo Bisnis SIM Palsu Raup Rp3 Juta Sebulan

Comment
X
Share

POSKOTA.TV- Mantan calo SIM di Jakarta, diamankan dengan pembantunya oleh Tim Opsnal Polsek Metro Setia Budi dengan laporan kejahatan kasus pemalsuan dan membuat dokumen Surat Ijin Mengemudi (SIM).
Kapolsek Metro Setia Budi, Kompol Firman mengatakan anggota dipimpin Kanit Reskrim Polsek Metro Setia Bud, AKP Eko Hanindito dengan Panit Opsnal Agung Dermawan mengungkap kasus pemalsuan dan pembuatan dokumen palsu terdiri SIM, KTP, Buku Nikah, dan Ijasah berhasil ditangkap.

“Pelaku diamankan TN (32), mantan calo SIM yang juga pembuat dokumen palsu, dibantu sama PRA (21) yang ikut membantu membuat kita tangkap di kediamannya Jalan Sawah Lunto RT 002 RW 001, Pasar Manggis, Setia Budi, Jakarta Selatan, pada Jumat (17/5/2024) malam,” ujar Kompol Firman Selasa (28/5).
Perwira menengah (Pamen) jebolan Secapa angkatan 30 Resimen WAB, ini menambahkan modus para pelaku melakukan pembuatan pemalsuan berupa dokumen SIM, KTP, Buku Nikah, dan Ijasah.

Diceritakan Firman, pelaku TN mencoba mempromosikan keahliannya dalam membuat SIM dan dokumen kependudukan lainnya melalui iklan Facebook.
“Setelah jadi dokumen yang dipesan mulai dari Rp 350 – Rp 650 ribu sama pelaku TN ini mengirim ke pemesan dengan menggunakan jasa kurir online atau ekspedisi. Sebelumnya pelaku meminta untuk mengirimkan identitas, lalu foto, dan tanda tangan bisa untuk membuat semua SIM, Buku Nikah, KTP, dan Ijasah,” ungkapnya.

Untuk pembayaran lanjut Firman pelaku dengan cara sistem transfer. “Peran pelaku TN ini yang membuat dan menyediakan semua bahan baku sampai perangkat pembuat dokumen palsu. Sedangkan PRA berperan membantu edit.

Sementara itu hasil pendalaman keterangan pelaku TN, lanjut Firman untuk tarif jasa membuat SIM C dihargai Rp 350 ribu, SIM A Rp 450 ribu, SIM B1umum Rp 650 ribu, Buku Nikah Rp 650 ribu, termasuk ijasah.
“Para pelaku sudah beraksi dari tahun 2023 dengan pengakuan keuntungan sebulan bisa dapat Rp 30 juta. Dalam sebulan pelaku dapat memproduksi ratusan dokumen palsu,” tambahnya.

Sedangkan untuk pemesan sendiri, menurut Firman merupakan orang yang sudah tahu profesi pekerjaan pelaku buat kebutuhan pribadi.
“Setelah tidak jadi calo sim lagi, pelaku TN ini banting stir membuat dokumen penting. Dan rata-rata orang yang memesan masih sekitar area Jakarta,” tutupnya.
Terpisah Kanit Reskrim Polsek Metro Setiabudi AKP Eko Hanindito menambahkan profesi pelaku baru dilakukan mulai dari Agustus 2023.

“Pelaku TN ini dulu pernah menjadi calo SIM. Dan belajar dari internet cara membuat SIM dan dokumen lain dengan menggunakan mesin printer sama komputer serta bahan-bahan lainnya sudah disiapkan,” tutupnya.
“Kedua pelaku TN dan PRA dikenakan Pasal 263 ayat 1 jo 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun.”

Terpisah Kasie Sim Satpas Daan Mogot, Kompol Rezha menambahkan dari kejadian ini masyarakat dapat membedakan antara SIM asli dengan palsu.
“Untuk membedakan SIM palsu dengan asli, jika yang asli ada lapisan plastik berhologram. Tampilan hologram belakang SIM ada lambang hologram Korlantar yang diklaim pimpinan tidak bisa dipalsukan ,” ungkapnya.

“Dalam pembuatan SIM masyarakat bisa datang langsung di 6 Satpas yang ada di wilayah Jabodetabek,” tutupnya.
Bertepatan jatuhnya Hari Ulang Tahun (HUT) ke 78 Bhayangkara pada 1 Juli 2024, Korlantas Polri bakal merubah tampilan Surat Ijin Mengemudi (SIM).
Kepala Seksi (Kasie) SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Rezha Rahandi mengatakan perubahan tampilan SIM ini sesuai perintah dari pimpinan yang baru akan dilakukan rencana pada 1 Juli 2024 nanti. (admin)

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *