Kapolda DIY Jadi Pembicara Utama Diskusi Panel “Peran Pemuka Agama Mendorong Rekonsiliasi Pasca Pilpres 2024 

Comment
X
Share

Poskota.tv–Kapolda DIY Irjen Suwondo akan menjadi pembicara utama dalam diskusi panel bertema “Peran Pemuka Agama dalam Mendorong Rekonsiliasi Pasca Pilpres 2024.”

Acara akan berlangsung di Gedung Gereja Kristen Jawa (GKR) Gondokusuman, Yogyakarta, pada Rabu (5/6/2024) mendatang.

Selain Kapolda DIY, dua tokoh lainnya yang akan berbicara dalam acara ini adalah Peter Suwarno, Ph.D., seorang pengajar di Arizona State University, Amerika Serikat dan Dr. Leonard Chrusostomos Epafras, pengajar Filsafat Keilahian di Universitas Gadjah Mada (UGM). Diskusi ini akan dimoderatori oleh Pdt. Fendi Susanto.

Sekitar 400 undangan telah memastikan hadir yang terdiri dari perwakilan Sidang/Majelis/Pimpinan Gereja Kristen, Pendeta, Romo, Pastor, Gembala, perwakilan gereja Katolik, pemimpin umat Islam, Hindu, Buddha, Konghucu, pejabat Forkominda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah), dan aktivis sosial.

Paulus Kristriyanto, Koordinator Acara, dalam konferensi pers melalui Zoom menjelaskan bahwa diskusi ini awalnya direncanakan hanya untuk kalangan Gereja Kristen DIY dengan topik “Peran Gereja dalam Mendorong Rekonsiliasi Bangsa Pasca Pilpres Indonesia 2024,” pada Rabu (29/5/2024).

Namun, setelah berdiskusi dengan berbagai tokoh, termasuk Kapolda DIY cakupan acara diperluas untuk melibatkan tokoh lintas agama.

“Pertemuan dengan Ketua PBNU DIY dan Kapolresta Yogya mendorong kami untuk mengadakan acara lintas agama. Mereka juga memastikan kehadirannya. Alasannya adalah pasca Pilpres pada November nanti akan ada Pilkada, sehingga diharapkan tidak ada lagi gesekan di akar rumput yang tersisa dari Pilpres,” ujar Paulus.

Meskipun ketegangan pasca Pilpres 2024 tidak sekeras pada 2014 dan 2019, masih terasa adanya ketegangan yang mempengaruhi hubungan antarumat beragama dan antarwarga di lingkungan.

“Sarasehan warga, misalnya, masih ada yang enggan bertemu karena perbedaan pilihan. Juga ada tuduhan bahwa agama tertentu cenderung memilih nomor 1, aliran lain nomor 2, dan agama lainnya nomor 3, yang menunjukkan masih adanya kecurigaan di masyarakat,” tambah Paulus.

Paulus menekankan pentingnya acara besar yang mengundang seluruh pemimpin agama di DIY untuk menyadari peran besar mereka dalam menjaga kerukunan pasca Pilpres, sehingga ketegangan tidak kembali meningkat pada Pilkada November 2024 nanti.

Peter Suwarno, yang berbicara dari Arizona, Amerika Serikat, dalam konferensi pers Zoom, menyatakan bahwa adalah kehormatan baginya untuk datang langsung ke Yogyakarta dan berbagi pengalaman menangani situasi pasca Pilpres.

“Di Amerika, situasinya serupa. Di akar rumput, pendukung Kristen Evangelist yang keras mendukung Trump sering bermusuhan dengan umat Kristen lainnya yang tidak mendukung Trump. Padahal Trump sendiri bukan Kristen dan perilakunya bertentangan dengan ajaran Kristen,” ungkap Peter Suwarno.

“Powerpoint saya harus diubah sesuai tema yang lebih luas ini, mencakup bukan hanya internal Kristen tapi juga lintas agama dan kelompok,” tambah Peter Suwarno.

Ketua Panitia Diskusi Panel, Joko Pamungkas, menjelaskan bahwa acara akan dimulai pada Rabu (5/6/2024) pukul 16.30 WIB dan berakhir pukul 20.00 WIB. Acara akan dihentikan sejenak untuk Sholat Magrib bagi peserta Muslim di ruangan yang telah disediakan di lingkungan GKJ Gondokusuman sesuai aturan agama Islam.

“Nanti saat makan akan disediakan prasmanan, sehingga peserta bisa saling bertemu dan bertukar sapa untuk mendorong keakraban antarumat beragama di DIY,” jelas Joko.(Omi)

Teks foto: Irjen Suwondo Nainggolan (tengah) foto bersama

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *