Direktur Dinyatakan Bersalah, Sepantasnya  Dihukum dan Segera Dijebloskan dalam Penjara 

Comment
X
Share

Poskota.tv–Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Cibinong, Bogor, Jawa Barat menuntut tiga tahun penjara terhadap mantan Direktur Operasional PT Indopangan Sentoso (PT IS) Leonal Tirta, S.TP bin Lie Mien Toeng. Sebab, terdakwa terbukti melanggar pidana penipuan dan minta segera dijebloskan ke dalam penjara.

Sebaliknya, Leonal Tirta, S.TP bin Lie Mien Toeng meminta dibebaskan dari segala tuntutan dan tuntutan JPU. Permintaan tersebut disampaikan Leonal Tirta dan tim kuasa hukumnya di hadapan  Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibinong pimpinan Nugroho Prasetyo Hendro, SH, MH pada persidangan pemabacaan pembelaan, Senin (3/6/2024).

Dalam pembelaan tim kuasa hukum disebutkan, dari proses persidangan dapat dikatakan bahwa terdakwa  Leonal Tirta tidak terbukti bersalah, sudah sepantasnya dibebaskan dari dakwaan dan tuntutan.

Sementara pembelaan terdakwa Leonal Tirta dikatakan, dirinya tidak ada niat melakukan penipuan maupun menggelapkan uang perusahaan. Justru malah sebaliknya, dirinya diperlakukan tidak adil, bahkan dizalimi.

“Perusahaan (PT IS) menjadi besar karena jasa saya. Tidak mungkin saya menggelapkan uang perusahaan, apalagi melakukan penipuan,” papar terdakwa dalam pledoinya.

Benarkah, terdakwa Leonal Tirta diperlakukan tidak adil, dan dizalimi sepanjang bekerja menjabat sebagai direktur yang memiliki saham di PT IS?

Menurut William Anto, Direktur Utama (Dirut) PT IS di persidangan sebelumnya, perusahaan sangat perhatian kepada seluruh pegawai  hingga  pemilik jabatan.

“Perusahaan memberikan kepercayaan kepada terdakwa untuk pengembangan pabrik dan proyek pembangunan pabrik. Tapi, malah  merugikan perusahaan, menggelapkan uang,” ungkap William Anto dalam kesaksian di persidangan.

Perbuatan itu, lanjutnya, baru diketahui setelah pihak finance PT IS mengaudit. Yakni, klaim penggantian uang (reimburse) dan bukti-bukti berupa bon tagihan, kwitansi, pembayaran, serta transfer bank yang diajukan Leonal Tirta kepada perusahaan adalah fiktif.

Perusahaan mencurigai, klaim penggantian uang ada rekening nama-nama keluarga terdakwa yang menurut nya cukup familiar. Tindakan tak terpuji itu akhirnya berhasil diketahui perusahaan.

Sementara saksi Tjong Chandra Hartono, General Manager (GM) PT IS menjelaskan, kejanggalan yang menyolok adalah tagihan terkait jasa pembuatan sumur bor. Sepengetahuan dia, tagihan kegiatan sumur bor tersebut merupakan wewenang kontraktor yang sudah ditunjuk oleh perusahaan.

Pada kesaksian GM PT IS ini dijelaskan, dirinya tidak habis pikir perbuatan terdakwa seperti itu, padahal perusahaan selalu berbuat baik terhadapnya.

Di sisi lain, kuasa hukum PT IS , Yudhi Ongkowijaya, menyatakan bahwa tuntutan JPU terhadap terdakwa Leonal Tirta sudah sesuai ketentuan Pasal 378 KUHP. Besarnya hukuman yang diminta kepada Majelis Hakim pun sudah tergolong maksimal, yakni 3 tahun dari ancaman 4 tahun penjara.

Pada bagian lain dikatakan, ia sependapat dengan dalil JPU, bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan penipuan sehingga perusahaan (PT IS) menderita kerugian sebesar Rp 8,5 miliar.(Omi)

Teks foto: terdakwa Leonal Tirta

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *