Jaksa Tetap Menyatakan Leonal  Tirta Bersalah Melakukan Penipuan

Comment
X
Share

Poskota.tv–Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Cibinong, Bogor, Jawa Barat, menolak pembelaan (pledoi) terdakwa Leonal Tirta, S.TP bin Lie Mien Toeng, mantan Direktur Operasional PT Indopangan Sentoso (PT IS). Pledoi itu disampaikan tim kuasa hukum Leonal Tirta atas tuntutan JPU yang dibacakan pada persidangan sebelumnya.

Penegasan itu dibacakan JPU di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibinong pimpinan Nugroho Prasetyo Hendro, SH, MH, dalam agenda persidangan tanggapan JPU (replik) atas pledoi terdakwa dan kuasa hukumnya, Kamis (6/6/2024).

Pada kesempatan itu, JPU menyatakan tetap pada tuntutan, yakni terdakwa Leonal Tirta terbukti bersalah melakukan penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP.

“Dalam tanggapan ini JPU meminta terdakwa segera ditahan dan seluruh barang bukti dikembalikan kepada PT IS,” kata JPU.

Pada persidangan pembelaan (pledoi), baik terdakwa Loenal Tirta maupun tim kuasa hukumnya meminta kepada majelis hakim agar terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan hukum. Sebab, Loenal Tirta tidak pernah melakukan penipuan, justru malah membesarkan perusahaan (PT IS).

Sementara itu, di persidangan tuntutan, JPU berkeyakinan terdakwa Leonal Tirta terbukti melanggar pasal 378 KUHP. Tetdakwa melakukan tindak pidana penipuan dengan menggunakan nama palsu dan keterangan palsu sehingga menguntungkan diri sendiri.

Sebagaimana dikatakan saksi Direktur Utama (Dirut) PT IS  William Anto diawal persidangan, dirinya baru mengetahui Leonal Tirta menggunakan anggaran proyek pengembangan pabrik PT IS untuk kepentingan pribadi setelah mendapat laporan dari stafnya.

“Bagian staf finance PT IS mencurigai klaim penggantian uang (reimburse) dan bukti-bukti berupa bon tagihan, kwitansi, pembayaran, serta transfer bank yang diajukan Leonal Tirta kepada perusahaan. Kejanggalan itu dilaporkan kepada saya, selanjutnya saya perintahkan untuk dilakukan investigasi dan audit secara menyeluruh,” ungkap William Anto di persidangan.

Hasil audit, lanjutnya baru diketahui bukti-bukti tersebut adalah fiktif. Begitu juga untuk urusan klaim, ada rekening nama-nama keluarga terdakwa yang menurut nya cukup familiar. Bahkan ada rekening atas nama pengacara Holy, yang notabene adalah legal konsultan PT IS, saat ini bertindak sebagai pembela Leaonal Tirta.

Menurut JPU dalam tuntutan, terkait perbuatan terdakwa Leonal Tirta , PT IS perusahaan yang bergerak pada industri pengolahan makanan berupa saol sambal yang cukup dikenal di tengah masyarakat itu mengalami kerugian senilai Rp8,5 miliar.(Omi)

Teks foto: Leonal Tirta

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *