Dari Sampah Jadi Kasur Busa, Kipas Angin dan Lemari Plastik 15 Pintu Untuk Anak Yatim di Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Mizan Amanah Bukit Cinere

POSKOTA.TV – Tim ALW (Ayo Less Waste) yang berkolaborasi dengan Tim Sedekah Sampah SONAR (Sobat An Nashr) dan Yayasan Rumah Qur’an Al Mar’atush Shalihah (RQ) berkolaborasi dalam melakukan aksi ‘’Berbagi Berkah’’ di Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Mizan Amanah Bukit Cinere, Depok, Jawa Barat pada 28 Desember 2024.

Dalam program tersebut, ALW dan SONAR mengalokasikan hasil perolehan penjualan dari program ‘’Sedekah Sampah’’ untuk membeli beberapa kebutuhan panti seperti kasur busa, lemari plastik 15 pintu dan kipas angin. Sedangkan RQ Al Mar’atus Shalihah berkontribusi membelikan 40 porsi nasi kebuli untuk Tim ALW dan Adik-adik yatim di sana serta para pengurus juga menanggung transportasi tim yang ke sana.

Acara diisi dengan beberapa kegiatan dan serah terima alokasi program ‘’Berbagi Berkah’’ kepada pengurus Panti dan Adik-adik di sana. Adik-adik yatim yang terdiri dari 19 anak yatim, 1 ustadz dan 6 pengurus. Pertama ada pembukaan dan sambutan dari ALW yang diwakili oleh Bintang. Acara dilanjut dengan edukasi terkait dengan jenis-jenis sampah dan lamanya sampah-sampah tersebut terurai di alam. Termasuk dari mana sampah itu berasal, bahayanya sampah plastik bagi lingkungan serta diajakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Dilanjut dengan pemberian donasi serta dokumentasi dilanjutkan dengan fun game bersama dengan anak-anak. Saat waktu tiba, Tim ALW melaksanakan Shalat Dzuhur bersama dan diakhiri dengan makan-makan serta doa bersama.

Dana yang terkumpul untuk membelikan beberapa kebutuhan tersebut diperoleh dari dana Program Sedekah Sampah. Program Sedekah Sampah diadakan di Masjid An Nashr Bintaro yang merupakan kerjasama antara ALW dan SONAR. Sampah anorganik yang disedekahkan oleh warga di area sekitar masjid hingga area lain di Tangerang Selatan dikumpulkan, ditimbang dan dicatat, kemudian dipilah sesuai jenisnya. Pada tonase tertentu, sampah akan dijemput dan dijual kepada Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Tangerang dan hasil dananya dikumpulkan. Hasil dana yang dikumpulkan inilah yang akan menjadi implementasi program ‘’Berbagi Berkah’’.

Sedekah Sampah sendiri mempunyai beberapa ‘muliplyer effects’ yang berdampak nyata pada beberapa bidang sekaligus. Yaitu bidang lingkungan, sosial dan spiritual dimana warga dengan sadar melakukan pemilahan sampah di rumah tangga dan membawanya ke titik lokasi penerimaan Sedekah Sampah. Hal ini mendidik secara praktik dan spiritual juga karena alokasi sampah tersebut akan dijadikan sedekah. Termasuk lingkungan hidup, tentu saja sampah yang akan berakhir di TPA atau sembarangan di alam juga berkurang volumenya. Selain itu, edukasi kepada para pengurus ALW dan SONAR juga terjadi karena mereka harus memilah sampah. Hasil dana dari penjualan Sedekah Sampah juga dirasakan manfaatnya kepada sosial seperti alokasi sebelum-sebelumnya berupa alat musik untuk ABK di Yayasan Sayap Ibu, lemari besi untuk Yayasan khusus anak Tuna netra dan berbagi makanan gratis untuk petugas kebersihan di kawasan Pasar Ciputat.

Salah satu adik di Panti berujar ‘’seru banget tadi main gamenya bisa seru-seruan bareng kaka kaka..!’’ serta dari salah seorang pengurus Panti ’’sangat berterima kasih bersyukur dari kita telah bersilaturahmi dan terima kasih atas pemberiannya..’’.

‘’Kami bersyukur hasil Sedekah Sampah kami bisa dialokasikan kepada yang berhak menerimanya’’ ujar Harly, ketua dari SONAR.

‘’Kami ikut senang saat bisa membantu adik-adik dan semoga bermanfaat..’’ ujar Aisyah Syahrani, ketua dari RQ Al Mar’atus Shalihah.

‘’Program Berbagi Berkah ini semoga bisa menjadi inspirasi bagi kami pribadi dan masyarakat. Bahwa sebuah gerakan dan program bersama, yaitu Sedekah Sampah, hanya bersedekah dengan sampah saja, hasilnya bisa membantu memfasilitasi adik-adik yatim kita agar lebih nyaman di asramanya… Jadi, ayo mulai pilah sampah kita dari saat ini, dan bawa ke bank sampah atau alokasikan untuk Sedekah Sampah atau bisa juga diberikan kepada pemulung.. Daripada berakhir sia-sia di TPA.. Sampah itu ada yang baru terurai di alam 40 tahunan sampai 1000 tahun seperti kaca beling.. Apa kita mau kitanya masih hidup tapi dosa (hasil sampah kita) masih ada? Kan sayang sekali..” ujar Aisyah Gayo, ketua dari ALW.

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img